Jumat, 10 Januari 2014


Lomba Karya Tulis Ilmiah Agroindustri (LKTIN)


DODOL AMPAS TAHU (Glycine Max (L) Merill )

DENGAN CAMPURAN AIR TAJIN GUNA MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT KECAMATAN WAY JEPARA
Bidang Lomba:
Karya Tulis Ilmiah
Disusun Oleh:
Dedy Purnomo 2012
Nur Azizah 2012
Yeni Syarif 2012

SMA NEGERI 1 WAY JEPARA
LAMPUNG TIMUR
2013/2012


Kata pengantar

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kami ucapakan kepada Allah swt. Berkat limpahan karuni-Nya kepada kami sehinnga dapat menyelesaikan makalah ini tanpa suatu hambatan.
            Dalam penyusunan dan penulisan makalah, pandangan serta pengetahuan penulis dalam penyusunan makalah masih sederhana dan belum sempurna. Dan banyak mengalami kekurangan dalam penyusunan. Baik dalam teknik dan materi.
Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan motivasi, bimbingan, kritik, dan masukan yang membangun terhadap penyusunan makalah yang di sajikan. Kami menyadari dengan adanya masukan dari semua pihak. Makalah ini menjadi lebih lengkap, lebih layak dibaca dan di pelajari.
Dengan demikian kami mohon maaf, bila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan makalah. Oleh karena itu, kami senantiasa mengharapkan masukan dari pembaca demi penyempurnaan dalam penyusunan makalah ini. Penulis berharap semoga makalah yang dibuat dapat dipahami dan  bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi teman-teman khususnya.
Wassalamualaikum Wr.Wb
                                               

Way jepara,     6 Juni 2013
       

                                                                                    Penulis




                                                                                   
                                                                                                                                                ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
PENGESAHAN................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ......................................................................................................ii
DAFTAR ISI............................................................................... ....................................iii
ABSTRAK... ............................................................................... ....................................vi
BAB I
            1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1
            1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 2
            1.3 Tujuan ........................................................................................................... 2
            1.4 Manfaat ......................................................................................................... 2
BAB II
            2.1 Tinjauan Pustaka ...................................................................................... 2 - 6
BAB III
            3.1 Metode Penelitian ......................................................................................... 7
            3.2 Tempat dan Waktu Pelaksanaan ................................................................... 7
            3.3 Prosedur percobaan .................................................................................. 7 - 9
BAB IV
4.1 Hasil dan pembahasan ............................................................................ 9 - 17
BAB V
            5.1 Kesimpulan dan saran .......................................................................... 17 - 18
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 19
LAMPIRAN GAMBAR.......................................................................................... 20 - 21





ABSTRAK
            Pertambahan penduduk seiring berjalannya waktu menyebabkan munculnya berbagai industri kecil menengah (UKM) diwilayah Kecamatan Way Jepara yang menimbulkan berbagai permasalahan karena belum efisiennya penanggulangan dan pemanfaatan limbah yang dihasilkan, seperti limbah ampas tahu yang biasanya digunakan sebagai pakan sapi atau dibuang begitu saja, padahal ampas tahu banyak mengandung protein yang baik bagi tubuh, sehingga kita bisa mengolah ampas tahu menjadi cemilan yang bergizi tinggi dan bernilai ekonomis, dengan membuat cemilan dodol yang dibuat dari ampas tahu dengan campuran air tajin. Air tajin juga mengandung protein, karbohidrat, dan energi yang baik bagi tubuh sehingga bisa diaplikasikan dengan ampas tahu dan menjadi cemilan yang bergizi dan sehat. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan angket kepada 20 orang yang terdiri dari 5 siswa, 5 mahasiswa, 5 karyawan, dan 5 ibu rumah tangga, dari hasil yang diperoleh masyarakat menerima produk olahan tersebut sebagai dodol. Dodol ampas tahu dengan campuran air tajin dinilai dapat menjadi produk olahan yang sangat menguntungkan karena ampas tahu dan air tajin mudah didapat dan harganya yang murah dapat dijadikan peluang bisnis baru yang menghasilkan banyak laba dan menghasilkan cemilan yang bergizi, dengan demikian masyarakat bisa menjadikan produk olahan dodol ampas tahu dengan campuran air tajin untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru dilingkungan Kecamatan Way Jepara.
            Kata kunci : ampas tahu, air tajin, dodol















                                                                                                                                                iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dengan  jumlah penduduk  sekitar  di kecamatan Way jepara,yang 85% pendudukya bekerja sebagai petani.Mengakibatkan beberapa tahun terakhir ini muncul berbagai industri kecil maupun menengah (UKM) di sektor pertanian.Permasalahan lain yang muncul saat ini ialah belum efisiennya penanggulanagan serta pemanfaatan limbah dari industri kecil maupun menengah di kecamatan Way jepara. Pada dasarnya limbah merupakan bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis (Ecolink, 1996). Banyak jenis limbah dapat dimanfaatkan melalui daur ulang ataupun dikonversikan ke produk lain yang berguna.Konsep pemanfaatan limbah sebagai upaya untuk membangun usaha kecil dan menengah (UKM), pertama-tama harus diketahui sifat kimia dan fisikanya, sehingga dapat diperkirakan berbagai produk yang mungkin dihasilkan. Kemudian produk yang dipilih dipertimbangkan dengan pasar dan tekno ekonominya. Air tajin memiliki kandungan Glukosa, 2 macam Poliglukosa, magnesium (Mg),Kalsium (Ca) dan Protein ,serta mudah diperoleh sehingga dapat dikembangkan suatu bentuk usaha dalam pengolahan pangan alternatif baru, selain sebagai salah satu upaya mengurangi pencemaran berupa air tajin.Permasalahan yang muncul saat ini ialah belum adanya pemanfaatan yang optimal dari limbah ampas tahu.Dari 6 usaha kecil dan menegah (UKM) pembuatan tahu yang ada di kecamatan way jepara dengan rata-rata pengeluaran ampas tahu sekitar dalam satu ukm hanya digunakan sebagai pakan ternak. Melihat limbah ampas tahu memiliki kandungan protein, lemak, serat, kalsium (Ca) fosfor dengan energy metabolis sebesar 2.830 kkal/kg yang baik untuk tubuh.Namun masyarakat belum cukup mengerti manfaat ampas tahu yang banyak mengandung protein dan mudah dalam pengolahannya. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu terobosan pengolahan ampas tahu yang dapat menarik perhatian masyarakat luas yang bernilai ekonomis.Berdasarkan permasalahan di atas, penulis mencoba mengadakan penelitian tentang pemanfaatan limbah ampas tahu dan air tajin sebagai altrnatif bahan pangan. Salah satu pangan yang sudah akrab di masyarakat adalah dodol. Dengan pengolahan limbah ampas tahu dan air tajin menjadi dodol diharapkan dapat menjadi alternatif pangan sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat Way jepara.                                                                                                                                                1
1.2   Rumusan Masalah
1.      Bagaimana proses pengolahan dodol berbahan dasar ampas  tahu dan air tajin.
2.      Apakah produk dodol berbahan dasar ampas tahu dan air tajin dapat diterima dimasyarakat.

1.3  Tujuan Penelitian
1. Mengetahui bagaimana proses pengolahan dodol berbahan dasar ampas tahu dan air tajin.
2.   Mengetahui apakah produk dodol berbahan dasar limbah ampas tahu dan air tajin dapat diterima dimasyarakat.

1.4  Manfaat Penelitian

1.   Membantu meminimalisir terjadinya pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah tahu.
2.   Sebagai sumber informasi cara pemanfaatan ampas tahu dan air tajin  menjadi produk cemilan yang bergizi tinggi.
3.  Menciptakan produk alternatif cemilan baru sebagai sumber protein dan karbohidrat bergizi tinggi yang bernilai ekonomis.
4.  Sebagai alternatif pangan sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat Way jepara.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Ampas tahu
Ampas tahu merupakan hasil sampingan yang diperoleh dari proses pembuatan tahu kedelai. Ampas ini biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak dan sebagian lainnya digunakan oleh beberapa masyarakat pedesaan untuk diolah menjadi bahan pembuat tempe gembus.                                                                                                                                      2
http://lordbroken.files.wordpress.com/2011/12/122911_0954_pemanfaatan2.png?w=590
Gambar 1.Ampas Tahu
Klasifikasi ilmiah kedelai sebagai berikut
Kerajaan : Plantae
Filum : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae atau Leguminoceae
Upafamili : Faboideae
Genus : Glycine (L.) Merr.
Spesies : Glycine maxGlycine soja    
           
            Mengingat kandungan protein dan lemak pada ampas tahu yang tinggi maka sangat memungkinkan ampas tahu dapat diolah menjadi bahan makanan yang beragam variasinya.
Berikut nilai gizi yang terkandung di dalam ampas tahu :

Unsur Gizi
Ampas Tahu
1
Energi (kal)
393
2
An (g)
4,9
3
Protein (g)
17,4
4
Lemak (g)
5,9
5
Karbohidrat (g)
67,5
6
Mineral (g)
4,3
7
Kalsium (mg)
19
8
Fosfor (mg)
29
9
Zat besi (mg)
4
10
Vitamin A (mcg)
0
11
Vitamin B (mg)
0,2
Table 1.kandungan per 100g Ampas tahu.
Pada saat ini manfaat ampas tahu belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.Ampas tahu cenderung  digunakan untuk pakan ternak biasanya untuk pakan sapi dan pakan babi atau bahkan dibuang begitu saja. Sebenarnya ampas tahu dapat diolah menjadi makanan yang lezat dan aman dikonsumsi serta memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Protein merupakan zat pembangun tubuh. Pada anak-anak protein sangat berperan untuk perkembangan tubuh dan sel otaknya. Sedangkan pada orang dewasa protein dapat membangun kembali sel-sel rusak apabila terjadi luka dan memar. Jadi protein merupakan komponen yang penting untuk otot, kulit, tulang, dan tubuh secara keseluruhan.
Melihat sifat ampas tahu yang memiliki banyak kelebihan seperti mengandung protein yang tinggi, banyak mengandung serat, serta murah dan mudah didapat, maka dapat dikembangkan suatu bentuk usaha baru yang memanfaatkan ampas tahu sebagai bahan dasarnya dengan tujuan selain sebagai salah satu upaya mengurangi pencemaran dari limbah atau ampas tahu khususnya di daerah perairan, tapi juga mampu memberikan alternatif gizi sebagai sumber protein yang bermanfaat bagi tubuh manusia.
2.2 Air Tajin
Air tajin merupakan cairan putih ketika kita memasak nasi. Karena mengandung partikel beras, air tajin mengandung karbohidrat. Dahulu, biasa diberikan kepada bayi sebagai pengganti susu pada keluarga miskin, meskipun kandungan gizinya jauh di bawah susu hewan ataupun susu kedelai. Air tajin juga dianggap sangat baik untuk membantu mengatasi dehidrasi pada bayi ketika mengalami diare.
http://3.bp.blogspot.com/-3pJ1d7ZZtwU/UGU9ZHwsJCI/AAAAAAAAAD4/5dbcNyRBNs0/s1600/air+tajin.jpg
Gambar 2.Air TajinKlasifikasi ilmiah padi sebagai berikut
                                                                                                                                    4
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
 Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
 Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
 Sub Kelas: Commelinidae
 Ordo: Poales
 Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus: Oryza
Spesies: Oryza sativa L.
    Air tajin ternyata memiliki segudang khasiat bagi kesehatan  Karena di dalam air tajin mengandung Glukosa, 2 macam Poliglukosa, magnesium (Mg),Kalsium (Ca) dan Protein. Glukosa dalam hal ini dapat digunakan untuk mempermudah penyerapan elektrolit, sehingga sangat baik untuk dehidrasi yang diakibatkan karena si kecil diare.            
Glukosa polimer dapat dengan mudah diserap. Kandungan poliglukosanya juga dapat memadatkan feses sehingga cairan yang keluar bisa diminimalisir. Protein pada air tajin sangat tinggi yaitu 7-10%. Berikut kandungan gizi yang terkandung didalam air tajin secara umum ialah :
Komponen
Jumlah
Energi (Kal)
43,20
Air (g)
91,21
Protein (g)
0,66
Lemak (g)
1,92
Karbohidrat (g)
5,82
Abu (g)
0,38
Vitamin B1 (mg)
0,0046
Fe (mg)
0,086
Tabel 2. Kandungan gizi air tajin secara umum
                                                                                                                                                5
2.3 Dodol
            Dodol merupakan salah satu produk olahan hasil pertanian yang termasuk dalam jenis makanan yang mempunyai sifat agak basah sehingga dapat langsung dimakan tanpa dibasahi terlebih dahulu (rehidrasi) dan cukup kering sehingga dapat stabil dalam penyimpanan (Astawan dan Wahyuni, 1991). Menurut Maryati (1991), dodol termasuk jenis makanan setengah basah (Intermediate Moisture Food) yang mempunyai kadar air 10-40 %; Aw 0,70-0,85; tekstur lunak; mempunyai sifat elastis, dapat langsung dimakan, tidak memerlukan pendinginan dan tahan lama selama penyimpanan.
http://4.bp.blogspot.com/-0gU6ZMdTaZo/UTHHBtq4WoI/AAAAAAAABX0/kIRh7aUIyuA/s320/dodol+%281%29.jpg
Gambar 2. Dodol
Menurut Munajin (1994), keawetan pangan semi basah sengat tergantung oleh kadar airnya.
Daya simpan pangan semi basah juga banyak dipengaruhi oleh komponen penyusunnya, aktivitas mikroba, teknologi pengolahan dan sanitasinya, sistem pengemasan yang dikenakan dan penggunaan bahan pengawet.
Dodol terbuat dari bahan utama yaitu tepung ketan yang didasarkan atas sifat tepung ketan yang hampir seluruhnya terdiri dari amilopektin. Sifat molekul amilopektin ini untuk memperkuat pengikatan air dengan baik, sesuai untuk pembuatan dodol (Yvonne, 1981). Menurut Rifai dan Lubis (1985), dodol dibuat dari beras ketan, santan dan gula aren. Buah-buahan kadang juga ditambahkan untuk memberikan rasa yang diinginkan. Dodol dibuat dengan caa mendidihkan gula, santan dan tepung ketan secara bersamaan dengan pengadukan yang konstan untuk menghasilkan suatu massa yang berwarna coklatBahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan semua jenis dodol adalah tepung   ketan ,santan dan gula aren. Tepung ketan dapat dicampur dengan tepung ubi jalar dan sebagainya. Berdasarkan hasil penelitian, maka tepung ketan dapat diganti dengan tepung lain sampai 25%. Misalnya tepung yang dipakai 1 kg, maka jumlah tepung ketan yang digunakan 750 gram dan tepung lainnya 250 gram. Selain bahan baku utama, dalam pembuatan dodol dapat digunakan bahan tambahan lain seperti buah-buahan  untuk menambah cita rasa.                                         6
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
Waktu             : Penelitian ini kami lakukan dari tanggal 16 juli sampai dengan 7 september 2013.
Tempat            : Penelitian ini kami lakukan di Kediaman Dedy Purnomo dan berbagai daerah di Kecamatan way jepara ,Kabupaten Lampung Timur.

3.2 Alat dan Bahan
Alat
Alat yang digunakan dalam pengolahan dodol ampas tahu dengan campuran air tajin  antara lain 2 buah baskom, 1 buah tampah, 1 buah kain serbet, 1 buah kompor,1 buah timbangan, 1 buah spatula, 1 buah panci,  2 buah wajan , 1 buah loyang, 1 buah blender,  1 buah pisau dan 1 buah sendok.
Bahan
Bahan yang digunakan dalam pengolahan dodol ampas tahu dengan campuran air tajin adalah 375 gram tepung ketan, 125 gram tepung ampas tahu, 250 ml santan kental, ½ sendok teh garam, 50 gram tepung beras, 250 gram gula merah, 250 gram gula pasir, 750 ml air tajin, 1 sendok teh vanili , dan 250 ml air .

3.3 Prosedur Percobaan
Proses Pembuatan air tajin


 


Beras setengah matang
 
                                                                                                                                                              7


 



                                                                         
Diagram 1. Diagram alir proses pembuatan air tajin
Proses pengolahan ampas tahu


 













Diagram 2. Diagram Alir  Proses Pembuatan Tepung Ampas tahu.
Proses Pembuatan Dodol Ampas Tahu dengan campuran air tajin


Rebus 750 ml air tajin dengan api kecil selama kurang lebih 5 menit
 
 
                                                                                                                                   
Masukkan 250 gram gula pasir + 250 gram gula merah + 250 ml santan kental kedalam rebusan air tajin
 
                                                                                                                                                               8


 


Masukkan campuran 375 gram tepung ketan + 125 gram tepung ampas tahu + ½ sendok teh garam yang sebelumnya telah dicampur dengan  air
 
           
           
1250 gram Dodol ampas tahu dengan campuran air tajin


 
Aduk selama kurang lebih 2 jam sampai warnanya berubah kecoklatan dan keluar minyak
 
Aduk terus agar tidak gosong
 
Tambahkan  1 sendok teh vanili
 
           







Diagram 3. Diagram Alir  Proses Pembuatan Dodol ampas tahu dengan campuran air tajin.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
            Keterbatasan akan informasi tentang pengolahan dodol, penulis mencoba untuk memanfaatkan limbah ampas tahu dan air tajin sebagai bahan pangan cemilan yang kaya protein dan karbohidrat serta bernilai ekonomis. Adonan terdiri dari  campuran tepung ampas tahu dan tepung ketan dengan perbandingan  1:3. Dimana komposisi adonan yaitu 125 gram tepung ampas tahu, 135 gram tepung ketan, 250 ml santan kental, ½ sendok teh garam, 50 gram tepung beras, 250 gram gula merah, 250 gram gula pasir, 750 ml air tajin, 1 sendok teh vanili , dan 250 ml air.                                                                                                         9
            Setelah melalui proses pengolahan menjadi dodol dihasilkan 1250 gram  dodol ampas tahu dengan campuran air tajin.Uji Organoleptik untuk Produk dodol ampas tahu dengan Campuran air tajin.
            Uji organoleptik ini meliputi beberapa metode uji yaitu Hedonic Test atau Consumer Preference Test untuk menilai rasa, aroma, warna, tekstur, dan total penerimaan produk (Total Acceptence Test). Adapun prosedur pengujiannya adalah sebagai berikut:
Uji Hedonik
Pengujian ini berupa penilaian atas rasa, aroma, warna, dan tekstur yang dilakukan oleh panelis hetrogen yang terdiri dari 20 orang panelis yang tidak dikenal dan terlatih. Terdiri dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan karyawan yang bertempat di beberapa daerah di Way Jepara.Pada uji ini panelis dapat menentukan tingkat kesukaannya. Adapun nilainya ialah:
            Amat sangat tidak suka          : 1
            Sangat tidak suka                    : 2
            Tidak suka                               : 3
            Agak tidak suka                      : 4
            Biasa                                       : 5
            Agak suka                               : 6
            Suka                                        : 7
            Sangat suka                             : 8
            Amat sangat suka                    : 9
Panelis diminta untuk menilai produk dodol ampas tahu dengan campuran air tajinsesuai dengan formulir isian yang kami sertakan pada lampiran.



                                                                                                                                                10
Uji Penerimaan
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui produk dodol ampas tahu dengan campuran air tajin dapat diterima sebagai dodol  maka dilakukan pengujiaan penerimaan dengan mengajukan pertanyaan ”apakah produk ini dapat diterima sebagai dodol?” jawabannya dapat ditulis pada formulir isian ya atau tidak. Berdasarkan keterangan diatas, berikut tabel yang akan menerangkan tentang  uji organoleptik  berupa uji hedonik dan uji penerimaan.
Penilaian

Panelis
Uji Hedonik
Uji Penerimaan
Warna
Rasa
Aroma
Tekstur
Ya
Tidak
Pelajar
P1
7
7
8
8
ya

P2
7
8
7
7
ya

P3
7
8
7
6
ya

P4
7
8
8
6
ya

P5
6
8
7
7
ya

Ʃ
34
39
37
34


Mahasiswa
P1
8
6
7
4
ya

P2
7
8
8
6
ya

P3
9
8
8
5
ya

P4
9
8
8
7
ya

P5
7
6
7
5
ya

Ʃ
40
36
38
27


Ibu rumah tangga
P1
8
7
8
7
ya

P2
8
9
8
7
ya

P3
6
7
7
6
ya

P4
7
6
7
7
ya

P5
7
8
7
7
ya

Ʃ
36
37
37
34


Karyawan
P1
7
6
7
7
ya

P2
7
8
6
5
ya

P3
6
8
7
4
ya

P4
8
7
7
7
ya

P5
6
8
7
5
ya

Ʃ
34
37
34
28



Tabel 3. Hasil Uji Hedonik dan Uji Penerimaan Produk Dodol Ampas tahu dengan campuran air tajin.
Berdasarkan tabel 3 diatas didapatlah hasil uji organoleptik seperti tabel dibawah ini :
Penilaian Panelis
Uji Hedonik
Banyaknya yang menerima
Warna
Rasa
Aroma
Teksture
Ya
Tidak
Pelajar
34
39
37
34
5
0
Mahasiswa
40
36
38
27
5
0
Ibu Rumah Tangga
36
37
37
34
5
0
Karyawan
34
37
34
28
5
0
Ʃ
144
149
146
123
20
0
Tabel 4. Hasil Uji Organoleptik
Grafik 1. Hasil Uji Hedonik
Penilaian Panelis
Uji Hedonik
Rata-rata
Warna
Rasa
Aroma
Teksture
Pelajar
34
39
37
34
36
 Mahasiswa
40
36
38
27
35.25
Ibu Rumah Tangga
36
37
37
34
36
Karyawan
34
37
34
28
33.25
Tabel 5. Tingkat Kesukaan Rata-Rata Perglongan Panelis.
Grafik 2.Grafik Tingkat Kesukaan Rata-Rata Perglongan Panelis
Penilaian
Ʃ
Ʃ/20
Warna
144
7.2
Rasa
149
7.45
Aroma
146
7.3
Teksture
123
6.15
Rata-rata
7.025
Tabel 6. Rata-rata hasil Uji Hedonik
                                                                                                                      Grafik 3. Rata-Rata Hasil Uji Hedonik                                              13
4.2 Pembahasan(Setelah Praktek)
            Pengolahan dodol ampas tahu dengan campuran air tajin, dimana untuk mendapatkan ampas tahu yang bermutu baik didapat langsung dari tempat pengolahan tahu sebelum dua belas jam setelah proses pembuatan tahu.Ampas tahu yang bermutu baik memiliki warna putih kecoklat-coklatan dan memiliki aroma khas kedelai.
            Pada pengolahan tepung ampas tahu, telebih dahulu dijemur selama 5 jam dan disangrai selama 20 menit untuk menghilangkan kadar airnya . Selanjutnya blender ampas tahu hingga halus.Setelah itu, ayak tepung ampas tahu agar mendapatkan teksture tepung yang diinginkan.
            Penelitian ini penulis menggunakan air tajin sebagai pengganti santan cair .Untuk mendapatkan air tajin yang bermutu baik didapat sebelum dua belas jam  setelah proses pembuatan nasi. Air tajin yang bermutu baik memiliki warna putih  dan memiliki teksture yang kental.. Adonan terdiri dari  tepung ampas tahu dan tepung ketan dengan perbandingan 1:3. Dimana komposisi adonan yaitu 125 gram tepung ampas tahu, 135 gram tepung ketan, 250 ml santan kental, ½ sendok teh garam, 50 gram tepung beras, 250 gram gula merah, 250 gram gula pasir, 750 ml air tajin, 1 sendok teh vanili , dan 250 ml air.Setelah melalui proses pengolahan menjadi dodol dihasilkan 1250 gram  dodol ampas tahu dengan campuran air tajin.
            Dodol ampas tahu dengan campuran air tajin memiliki warna coklat tua, warna tersebut diperoleh dari warna gula merah dan memiliki rasa manis dan gurih kedelai. Dodol ampas tahu dengan campuran air tajin beraroma seperti susu kedelai. Dodol ampas tahu dengan campuran air tajin memiliki tekstur kenyal.
            Penelitian  ini penulis menggunakan panelis heterogen yang terdiri dari 20 panelis yaitu pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga,dan karyawan. Berdasarkan uji organoleptik dodol ampas tahu dengan campuran air tajin yang terdiri dari uji hedonik dan uji penerimaan diperoleh data seperti pada tabel 4. Menurut hasil Uji Hedonik dodol ampas tahu dengan campuran air tajin yang terdiri dari 20 panelis yaitu pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan karyawan diatas terlihat bahwa pada produk Dodol ampas tahu dengan campuran air tajin memiliki penilaian warna 144, rasa 149, aroma 146 dan tekstur 123. Selanjutnya dilakukan pengujian penerimaan pada produk dodol ampas tahu dengan campuran air tajin.                                                                                                                                                                                  14
             Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah produk dodol ampas tahu dengan campuran air tajin dapat diterima oleh pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan karyawan yang mewakili seluruh kalangan masyarakat sebagai dodol atau tidak. Pengujiaan ini dilakukan dengan  mengajukan pertanyaan ya atau tidak kepada para panelis. Terlihat bahwa 20 panelis dari 20 panelis menyatakan ya, dan 0 panelis dari 20 panelis menyatakan tidak.
            Dapat dilihat pada grafik 1. Bahwa terjadi titik temu antara data, ibu rumah tangga  dan karyawan pada sumbu Y yang mewakili nilai yang sama atau mendekati sama pada rasa yaitu dengan nilai 37. Data tersebut menunjukkan bahwa karyawan dan  ibu rumah tangga menyatakan suka pada rasa sedangkan pelajar pada titik diatasnya dan mahasiswa berada dibawahnya atau berada pada kategori sangat suka dan suka,dalam hal ini data dibulatkan menjadi kategori suka pada kategori rasa. Titik tertinggi yang dicapai data pada grafik 3 atau grafik rata-rata uji hedonik ialah rasa, hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap produk dodol ampas tahu dengan campuran air tajin yang tertinggi ialah terletak pada rasa.
             Pada grafik 2 atau grafik Tingkat Kesukaan Rata-Rata Perglongan Panelis menunjukkan bahwa tingkat kesukaan kelompok panelis karyawan berada dibawah kelompok panelis lain, hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesukaan kelompok panelis karyawan relatif rendah daripada tingkat kesukaan 3 kelompok panelis lain. Sedangkan untuk kelompok panelis ibu rumah tangga, pelajar , dan mahasiswa memiliki tingkat kesukaan produk dodol yang relatif sama antara satu sama lain.
            Berdasarkan grafik 3. Pada rata-rata uji hedonik kategori warna memiliki nilai rata-rata 7,2 (dibulatkan 7) sehingga pada keterangan didapatkan hasil bahwa panelis suka akan warna dodol ampas tahu dengan campuran air tajin. Kategori rasa memiliki nilai rata-rata 7.45 (dibulatkan 7) sehingga panelis menyatakan suka dan untuk kategori aroma memiliki nilai rata-rata  7,3 (dibulatkan 7) sehingga panelis menyatakan suka pada aroma dodol ampas tahu dengan campuran air tajin. Pada kategori tekstur memiliki nilai rat-rata 6,15 (dibulatkan 6) sehingga panelis menyatakan  agak suka pada tekstur dodol ampas tahu dengan campuran air tajin.
            Berdasarkan grafik 3. hasil uji hedonik dodol ampas tahu dengan campuran air tajin diketahui bahwa dodol ampas tahu dengan campuran air tajin memiliki keunggulan dalam cita rasa  warna dan aroma. Namun untuk kategori teksture dodol ampas tahu dengan campuran air tajin memiliki nilai yang lebih rendah.                                                       15
            Berdasarkan uji penerimaan produk dodol ampas tahu dengan campuran air tajin dapat disimpulkan 100% panelis menyatakan produk dodol ampas tahu dengan campuran air tajin layak untuk di konsumsi dan 0% panelis menyatakan produk mie dodol ampas tahu dengan campuran air tajin kurang layak untuk dikonsumsi.
            Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa produk dodol ampas tahu dengan campuran air tajin dapat diterima oleh pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan karyawan yang mewakili seluruh kalangan masyarakat.
            Proses pembuatan dodol ampas tahu dengan campuran air tajin, dimana 125 gram ampas tahu dan 750 ml air tajin memerlukan biaya Rp. 0. Untuk tenaga kerja pada pembuatan dodol ampas tahu dengan campuran air tajin  memerlukan  biaya Rp. 0. Biaya yang diperlukan untuk 375 gram tepung ketan dan 50 gram tepung beras  Rp. 5.500,00 ,  250 ml santan kental Rp.8000,00 , 250 gram gula merah Rp.3000,00 , 250 gram gula pasir Rp.3.500,00 . Selanjutnya biaya yang diperlukan untuk 1250 gram  dodol ampas tahu denga campuran air tajin adalah Rp. 21.500,00 sedangkan dodol yang biasa dijual dipasaran seharga ± Rp. 30.000,00 per kilogram. Berdasarkan hal tersebut, dodol ampas tahu dengan campuran air tajin memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan dodol  pada umumnya. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagi berikut :
125 gram tepung ampas tahu                                                  Rp.0,  
750 ml air tajin                                                                        Rp.0,
½ sendok teh garam                                                                Rp.0,
250 ml santan kental                                                               Rp. 8.000,00
375 gram tepung ketan + 50 gram tepung beras                     Rp. 5.500,00
250 gram gula merah + 250 gram gula pasir                           Rp. 7.500,00
Tenaga kerja                                                                            Rp.0,
                                                                                                                                   
1250 gram Dodol ampas tahu dengan campuran air tajin  Rp.21.500
                                                                                                                                                                        16
Dengan semakin bertambahnya penduduk di kecamatan Way jepara, menuntut penduduk usia kerja untuk terus dapat menggagas inovasi-inovasi berguna menciptakan lapangan kerja sendiri. Tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan yang tersedia. Karena itulah beberapa tahun terakhir ini muncul berbagai industri kecil maupun menengah yang memproduksi berbagai jenis barang, baik barang produksi maupun barang konsumsi.
            Penganekaragaman pangan menggunakan ampas tahu dan air tajin diharapkan dapat menjadi inovasi pangan baru sebagai sumber protein guna meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah way jepara. Dodol ampas tahu dengan campuran air tajin dapat diaplikasikan secara langsung untuk menjadi inovasi pangan terhadap mayoritas masyarakat Indonesia yakni masyarakat kecil menengah sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat karna bernilai ekonomis, dodol ampas tahu dengan campuran air tajin dinilai dapat menjadi produk olahan yang sangat menguntungkan karena ampas tahu dan air tajin mudah didapat dan harganya yang murah dapat dijadikan peluang bisnis baru yang menghasilkan banyak laba dan menghasilkan cemilan yang bergizi . Ampas tahu memiliki kandungan protein  17,4g per 100g berat total, sedangkan kandungan lainnya yaitu lemak 5,9g, kandungan energy metabolis 393(Kkal/kg),An 4,9g,kandungan karbohidrat 67,5g,kandungan fospor 29mg,mineral 4,3g, kalsium 19mg, zat besi 4g, vitamin B 0,2mg. Air tajin mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi yakni 0,66g per 100g. Kandungan lain adalah lemak 1,92g, energi 43,20kal,air 91,21g,karbohidrat 5,82g , abu 0,38g, vitamin B1 0,0046Mg serta Fe 0,086Mg. Hal tersebut menunjukkan bahwa dodol ampas tahu dengan campuran air tajin layak diproduksi.
Sehingga kami bermaksud untuk mengolah limbah ampas tahu dengan campuran air tajin menjadi cemilan yang bergizi tinggi dan bernilai ekonomis yang sangat berguna untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru khususnya di wilayah Kecamatan Way Jepara.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil yang telah kami coba, dapat disimpulkan:
1.      Dodol ampas tahu  dengan campuran air tajin mempunyai warna kecoklatan, rasa gurih, tekstur agak kasar, serta beraroma khas kedelai.
2.      Uji organoleptik menujukan 100% panelis dapat menerima produk dodol ampas tahu dengan campuran air tajin.                                                                                                                                                                                                                            17
3.      Dodol ampas tahu dengan campuran air tajin dapat menjadi inovasi pangan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat karena bernilai ekonomis.


Saran
Saran yang dapat kami sampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Produk dodol ampas tahu dengan campuran air tajin diharapkan dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas sehingga kecukupan akan gizi dapat terpenuhi.
2.      Memacu kreatifitas masyarakat dalam pengolahan inovasi  pangan guna meningkatkan pendapatan masyarakat.
3.      Pemerintah seharusnya memfasilitasi kegiatan penelitian agar lebih banyak lagi alternatif keanekaragaman pangan.

    




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                18
DAFTAR PUSTAKA



















                                                                                                                                                19